February 16th, 2013
They take pictures of the mountain climbers at the top of the mountain. They are smiling, ecstatic, triumphant. They don’t take pictures along the way cause who wants to remember the rest of it? The relentless climb, the pain and anguish of taking it to the next level – nobody takes pictures of that, nobody wants to remember, we just want to remember the view from the top, the breathtaking moment at the edge of the world. That’s what keeps us climbing and it’s worth the pain, that’s the crazy part. It’s worth anything.
Meredith (via alvadinugraha)
February 13th, 2013
Want to live like this

Want to live like this

(via mishellas)

  • T: Kita sudah sampai di pantai.
  • S: Di pantai... hidup?
  • S: Di mana kita berhenti?
  • T: Kalau sudah sampai pantai, masa bertanya lagi?
  • S: Masa tidak ditanya, karena kapal hendak berangkat!
  • T: Kapal mimpi?
  • S: Ya, berangkat ke tanjung harapan.
  • T: Ah, senangnya bermimpi... tapi kalau bangun?
  • S: Lama-lamalah bermimpi.
  • T: Kalau bangun juga...
  • S: Tinggal ingatan.
February 4th, 2013
Everybody is waiting you to answer “do you really strive for the things that you want?” and “how can you face the failure?” This is only can be answered by your next step.
AB
January 2nd, 2013

Dari seseorang yang kau beri nama…

Tuhan…keinginanku untuk ke kota itu semakin besar. Dengan kesempatan yang ada di akhir bulan ini aku sangat ingin menemukan “nya” kembali. Sesosok manusia yang seharusnya membuat hidupku lebih indah, “sesuatu” dari masalalu yang pergi. Ada yang tak dapat aku jelaskan dengan logika disini. Giliran hati yang bicara, cukup segala hal yang berbau “logika”. Bagaimana bisa tak ada hubungan darah, namun ada hubungan hati yang sangat kuat. Menyakitkan memang bila ku ingat masalalu. Terlalu banyak penyesalan. Tak ada yang dapat kusalahkan. Bahkan menyalahkan keadaanpun aku tak kuasa. Tuhan..ini kehendak-Mu. Hanya saja seandainya saat itu aku sudah cukup mengerti untuk memilih, mungkin keadaan kini akan jauh lebih baik. Mungkin.

Tuhan…apa aku berdosa mendambakan sesuatu yang bukan takdirku? Namun hati tak dapat memungkiri, sosok itu terlalu aku kasihi…sosok itu terlalu aku rindukan. Walaupun aku tau saat kembali berjumpa, semua tak akan sama. Tak mungkin sama. Aku hanya ingin menyampaikan suatu kalimat yang belum sempat aku sampaikan, “terimakasih, terimakasih atas segala kemurahan hati dan kasih sayangmu dulu, dan maaf aku baru mencarimu.”

Untuk malaikat tanpa sayap ku di suatu kota di tengah Pulau Jawa

Dari seseorang yang kau beri nama.

December 31st, 2012

(Source: sweethomestyle)

December 14th, 2012
Someday :-)

Someday :-)

(via mishellas)

December 12th, 2012

Lost

rasanya ingin kembali terbangun di kala itu, disaat satu fasa hidup baru saja dimulai. Menjadi seorang mahasiswa baru di sebuah politeknik ternama di Indonesia dengan jurusan yang kurang lazim untuk seorang perempuan, teknik elektro. Banyak kesalahan yang ingin aku perbaiki. Walaupun aku tau, tanpa kesalahan tersebut aku tidak akan seperti ini. Walaupun aku tahu tanpa kesalahan-kesalahan itu aku tidak akan mampu melakukan banyak hal seperti sekarang. Namun penyesalan adalah suatu hal yang sangat lumrah yang biasa terjadi selama nurani masih ada. Penyesalan ini berhubungan dengan Dia. Sang pencipta alam semesta. Malu rasanya ketika aku menghadapnya sambil mengingat dosa-dosa yang telah banyak sekali aku lakukan, tetapi masih lebih banyak keindahan dan kebahagiaan yang Dia limpahkan. Ya.. itulah Dia, selalu seperti itu.

Tadi malam, di pusat perbelanjaan kota, di tengah riuh angin yang bergemuruh nyaring aku sendiri tertegun, menangisi hal yang amat menyedihkan. Aku tersadar ada hal yang berubah dari diriku. Aku tumbuh menjadi orang yang straight forward, sedikit ignorance, open minded, visionary, berpikiran strategis, dan lebih tough. Itu perubahan signifikan yang cukup baik untukku. Mengingat dulu, aku anak yang cengengesan, ceroboh, banyak basa-basi, sensitive (walaupun sekarang masih..sedikit), negative, dan sering melakukan hal-hal bodoh. Tapi entah mengapa, ada rasa tidak nyaman terhadap Aku-yang-baru, padahal untuk masa depan ku Aku-yang-baru lah yang cukup memenuhi syarat untuk sukses. Sulit rasanya untuk bisa “berteman” dengan orang lain belakangan ini. Sulit untuk mencari bahan obrolan dan bahan tertawaan, walaupun masih dengan orang yang sama saat Aku-yang-lama masih ada. Yang paling buruk adalah, sedikit demi sedikit sense of humanity ku tergantikan dengan asas realitas dan logika. Aku takut. Sudah banyak sekali yang terjadi karena Aku-yang-baru. Kehilangan beberapa hal berharga seperti kesempatan, keceriaan, bahkan teman. And it is worst than I ever imagine. Seperti dalam suatu scene film berjudul “ Life of Pi”, dimana Pi yang terombang-ambing ditengah lautan bersama seekor harimau bernama Richard Parker setelah lolos dari kapal cargo Jepang yang tenggelam karena badai, akhirnya menemukan suatu pulau. Pulau itu hijau, berdanau bersih, airnya segar, dan banyak sekali meerkat. Untuk Pi yang tentunya sudah sangat merindukan daratan , pulau itu merupakan sebuah anugrah terbesar untuknya. Hingga suatu ketika senja menjelang dia melihat seluruh meerkat berlarian menuju pohon begitu juga Richard Parker si harimau segera berlari menuju canoe yang di “parkirnya” di sisi pulau. Pi melihat banyak ikan yang mengambang di permukaan danau secara misterius, mati. Lalu Pi, menemukan bunga yang bersinar dan didalam kelopaknya terdapat gigi manusia. Pi menyadari satu hal, pulau tersebut adalah Pulau Karnivora. Dimana pada siang hari menyediakan air segar, namun di malam hari air tersebut berubah menjadi asam. Pi menyadari bila semakin lama dia berada disitu hidupnya akan berakhir tragis, sama seperti orang yang mungkin lebih dulu menemukan pulau itu.

Aku menemukan suatu perubahan besar dalam hidup ketika memutuskan untuk menjadi sesuatu dalam suatu komunitas. Setelah sebelumnya terombang-ambing mencari pemberhentian sementara dalam perjalanan kehidupanku. Aku berubah ke arah positif, dapat kembali bangun setelah terjatuh, semakin tough, namun dalam prosesnya ada beberapa sikap yang lama tertutupi beberapa sikapku yang baru. Hal ini membuatku hampir tidak mengenal diri sendiri, aku rindu Aku yang sangat menyayangi teman-temannya, yang senang membuat orang senang, aku rindu aku yang dapat memulai pembicaraan, berbasa-basi dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang menyenangkan, aku rindu Aku yang selalu bersimpati terhadap sesuatu yang berbau sosial. Aku rindu semua itu. Kejadian belakangan ini menuntutku untuk terus bersikap kuat tanpa ingat manusia itu harus merasakan lemah, atau presepsi-presepsi yang berhadapan dengan realitas membuatku selalu berpikiran logis dibandingkan bernurani.

Kini aku kembali berlayar, dengan keyakinan selalu ada Dia, Tuhan pencipta alam yang mengawasi, berusaha menemukan serpihan-serpihan diri yang tercecer, mungkin akan segera ditemukan atau hilang dan tak akan pernah kembali.

November 30th, 2012

For “K” !

Ini pertama kalinya aku begitu tertarik dengan blog seseorang..
Semua kisah mengalir lembut, ketulusan pun terasa di setiap kata-katanya. Sungguh seperti mengandung zat adiktif, postingan demi postingan aku buka. Terlarut dengan kisah yang tersusun rapi bagaikan dongeng, namun kutahu itu nyata. Aku mengenal betul siapa objek tulisannya. Aku terkagum dengan sungguh pada tulisan tulisan kecil itu. Hanya beberapa postingan yang dibuat awal tahun ini, namun banyak hal yang aku temukan selain cinta yang begitu tulus. Sesosok gadis pintar tergambarkan dengan jelas disitu, gadis yang selalu setia menunggu cintanya kembali, juga objek yg sangat ingin aku kenal, dan akhirnya aku temukan dalam tulisannya. Seandainya dia tahu kalau seseorang yang dia harapkan kini tak menginginkannya lagi. Seandainya dia tahu, orang yang gadis itu tunggu sedang berusaha menampik kehadirannya, menampik segala bentuk perhatiannya, bahkan mungkin berusaha mengubur perasaan lama itu. Apa dia akan meronta?apakah dia akan peduli? atau tertawa lepas?atau… Ah aku tak yakin. Ingin rasanya ku lakukan sesuatu untuk menyampaikan surat cinta diam-diam itu. Namun, etika tak mengijinkan.

Dear K,
Maaf “K”, aku hanya bisa membantu kamu lewat doa. Aku berdoa untuk kamu supaya bisa menemukan objek tulisan baru, tapi aku harap kali ini hanya cerita bahagia yang kamu tulis. Bukan hanya sekedar harapan yang aku yakin sangat pedih. Dan terimakasih “K” kamu sudah banyak menginspirasi ku untuk suatu hal yang biasa disebut “tulus”.

November 18th, 2012

Louder_Charice

I’m staring out of my window

And the rain is pouring down

When you left, I was so low

But I’m not gonna drown

I don’t need no shoulder

I’m gonna be a soldier

I just wanna feel somethin’ I don’t understand

I’m just gonna run right through the rain

I’m just gonna dance right through the pain

I just wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head (head, head, head)

Heart beat louder than my head (head, head, head)

Heart speak louder

Wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head

I, I am over overthinking of how to get you back

I’m checking out for the weekend

And I ain’t going back

I don’t need no shoulder

I’m gonna be a soldier

I just wanna feel somethin’ I don’t understand

I’m just gonna run right through the rain

I’m just gonna dance right through the pain

I just wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head (head, head, head)

Heart beat louder than my head (head, head, head)

Heart speak louder

Wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head

Oh, letting go

Yet it feel so good, so right

Oh, all I know

Is that I let my heart beat

Heart speak louder than my louder than my

Heart beat heart speak louder than my louder than my

Heart beat heart speak louder than my louder than my louder, louder, louder, louder

I’m just gonna run right through the rain

I’m just gonna dance right through the pain

I just wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head (head, head, head)

Heart beat louder than my head (head, head, head)

Heart speak louder

Wanna feel that rhythm, feel that drum

Let my heart beat louder

Let my heart speak louder than my head